Alumunium seri 6061 banyak digunakan dalam industri lepas pantai termasuk dalam proses pembuatan kapal dengan menggunakan pengelasan TIG. Namun pada pengelasan alumunium 6061 memiliki kelemahan yaitu adanya kemungkinan terjadinya retak panas (hot crack). Setelah proses pengelasan terdapat tegangan sisa di daerah Heat Affected Zone (HAZ) yang dapat menyebabkan terjadinya deformasi serta perubaha…
Pengelasan adalah suatu proses penyambungan celah dua bagian atau lebih dengan menggunakan energi panas, hingga logam yang disekitar daerah las mengalami perubahan struktur metalurgi, deformasi dan tegangan termal. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan SMAW terhadap kekuatan uji tarik dan uji impak baja ST 37. Penelitian ini menggunakan peng…
Proses pemesinan merupakan proses manufaktur dimana objek dibentuk dengan cara membuang atau menghilangkan sebagaian material dari benda kerja nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan dan kekerasan dari hasil pembubutan rata baja ST 41 pasca pengelasan timbun (Hardfacing) Dengan mengunakan variasi kedalaman potong dan kecepatan potong. Dalam penelitian ini juga …
Pengelasan adalah proses penyambungan setempat dari logam dengan menggunakan energi panas. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi hasil pengelasan yaitu kuat arus listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus pengelasan terhadap laju korosi material baja AISI 1010 secara komprehensif. Pada penelitian ini, Arus pengelasan yang dipilih 120 Ampere, 160 Ampere dan 20…
Pengelasan logam tak sejenis baja tahan karat dan baja karbon banyak diterapkan dibidang teknik, diantaranya kereta api. Permasalahan pengelasan baja tahan karat austenitik adalah penggetasan akibat endapan halus (precipitate) karbidakrom (Cr23C6) diantara batas butir austenit. Endapan ini terbentuk karena pendinginan lambat dari temperatur 900 derajat C sampai 450 derajat C. Pada sisi lain, ba…
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kekuatan sambungan pengelasan SMAW dengan variasi kampuh pada baja ST 42 dengan pengujian bending, kekerasan, dan mikrostruktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan las SMAW, elektroda E-6010, kampuh V, kampuh X dan kampuh U. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan bending, kekerasan serta mikrostruktur …
Hampir semua produk baja yang dihasilkan memerlukan proses penyambungan logam dengan proses pengelasan. Salah satu parameter yang dapat mempengaruhi sifat mekanis adalah tegangan dan arus pengelasan. Jika penggunaan arus dan tegangan tidak sesuai, hal ini dapat menyebabkan sifat mekanis pada sambungan las menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi tegangan pada penge…
Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan gas pengelasan dengan las asetilin dengan kawat penambah dari bahan St 37 tipe G1 DIN 8554 Ø3 terhadap kekerasan, kekuatan bending, dan kekuatan impact pada plat bo…
Preheat adalah bagian dari proses heat treatment sebelum dilakukan pengelasan. Tujuan untuk untuk mengurangi kelembaban dari area pengelasan dan untuk menurunkan gradient temperatur sehingga meminimalkan masalah yang terjadi seperti distrosi dan tegangan sisa yang berlebih. Untuk mendapatkan distorsi, lebar HAZ dan struktur mikro pada setiap temperatur preheat. Variasi temperatur preheat ya…
Pengelasan dapat diartikan dengan proses penyambungan dua buah logam sampai titik rekristalisasi logam, dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah dan menggunakan energi panas sebagai pencair bahan yang dilas.Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaruh arus pengelasan dengan las SMAW dengan bahan SS 400 tipe JIS G3101 terhadap kekuatan tarik, kekuatan impact.Pen…