Kualitas perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh material penyusunnya, khususnya campuran aspal dan agregat pada lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Seiring meningkatnya kebutuhan material ramah lingkungan, pemanfaatan limbah seperti minyak jelantah sebagai bio oil menjadi alternatif yang potensial. Minyak jelantah memiliki sifat yang mendekati aspal sehingga dapat digunakan s…
Material yang sering digunakan sebagai agregat kasar dalam campuran perkerasan lentur adalah batu pecah. Namun, saat ini harga batu pecah relatif mahal dan persediaannya terbatas. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan jenis agregat kasar lainnya, yaitu agregat fosil kayu sebagai pengganti agregat kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan agregat fosil kayu ter…
Bahan campuran AC-BC biasanya terdiri dari agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler), dan aspal. penggunaan agregat alam sebagai bahan utama dalam campuran aspal secara terus-menerus dapat menyebabkan berkurangnya sumber daya alam. Di beberapa wilayah bahkan menghadapi keterbatasan agregat berkualitas tinggi sehingga diperlukan upaya inovasi untuk mencari bahan alternatif yang dapat …
Batu granit adalah batu yang memiliki tekstur yang keras dan memiliki ukuran yang cukup besar. Batu granit banyak digunakan sehingga membuat limbah dari abu granit, maka dari itu penelitian bertujuan memanfaatkan limbah abu granit sebagai filler. dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu granit sebagai filler terhadap karakteristik pengujian marshall pada camp…
Banyak jalan di Indonesia yang rusak dan retak akibat perubahan bentuk yang diakibatkan tekanan beban yang berlebihan dari beban kendaraan melebihi kapasitas jalan. karena itu, perlu dilakukan perubahan untuk mengatasi kekurangan bahan campuran aspal menggunakan Karet Remah SIR20 untuk mengisi ketersediaan kekurangannya bahan campuran aspal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengar…