Menurunnya produksi minyak yang disebabkan oleh meningkatnya produksi air terjadi pada sumur Hali 42, Squeeze cementing merupakan metode yang digunakan pada sumur hali 42 dalam upaya mengurangi produksi air. Metode squeeze cementing yang digunakan merupakan metode bradenhead squeeze yaitu merupakan pekerjaan squeeze tanpa menggunakan packer dalam operasinya dan dari dilakukannya pekerjaan it…
Tingginya water cut pada sumur N-1 yang telah mencapai 99% pada interval 1184 ft – 1192 ft dan 1217 - 1227 ft menyebabkan penurunan produksi secara significant pada sumur N-1. Untuk mengatasi masalah yang terjadi pada sumur N- 1 maka perlu dilakukan perencanaan dan analisis pekerjaan isolasi kandungan air tinggi (water cut tinggi ) dengan cara squeeze cementing dan Reperforasi. Tujuan penelit…
Masalah yang umum terjadi pada sumur minyak salah satunya yaitu berkurangnya kekuatan semen di belakang casing sumur sehingga menciptakan celah pada semen di belakang casing dan cairan/fluida dari zona lain dapat masuk melalui celah tersebut oleh sebab itu terjadinya peningkatan water cut serta menyebabkan berkurangnya produksi minyak. Sumur X merupakan sumur tipe commingle completion. Sum…
Penurunan laju produksi minyak menjadi masalah dan tantangan yang besar sementara kebutuhan minyak nasional terus meningkat. Salah satu upaya peningkatan produksi minyak dilakukan dengan pekerjaan workover sebagai perbaikan dan perawatan pada sumur produksi serta sebagai fungsi untuk memperbaiki dan mengusahakan sumur agar selalu berproduksi sesuai dengan potensi yang telah ditentukan. Sumur IP…
Squeeze Cementing merupakan kegiatan penyemenan kedua. Latar belakang dilakukannya squeeze cementing adalah untuk memperbaiki penyemenan primer atau untuk menutup zona produktif yang sudah tidak ekonomis lagi. Hasil perencanaan aplikasi squeeze cementing dengan menghitung kebutuhan volume cement slurry pada zona WA-05, maka jumlah cement slurry yang digunakan sebanyak 14,35 bbl (67 sak) tipe c…