Penurunan laju produksi minyak akibat meningkatnya Water cut merupakan permasalahan utama pada sumur minyak dengan kontak langsung terhadap aquifer, yang umumnya dipicu oleh fenomena Water coning. Water coning terjadi ketika air dari zona bawah reservoir terdorong naik membentuk kerucut menuju perforasi sumur akibat penurunan tekanan dasar sumur yang berlebihan. Untuk mengendalikan fenomena ini…
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi pada sumur X migas yang mengalami penurunan produktivitas akibat turunnya Productivity Index (PI) dan terjadinya water coning. Metode gas lift intermittent diterapkan sebagai solusi artificial lift untuk mengoptimalkan kembali laju produksi fluida dengan cara menginjeksikan gas bertekanan ke dalam tubing sehingga tekanan dasar sumur berkurang…
Seiring berjalannya waktu produksi minyak pada sumur “R” mengalami penurunan, saat ini sumur “R” memiliki laju alir aktual sebesar 490 BFPD dengan water cut sebesar 90 %, terdiri dari laju alir minyak sebesar 49 BOPD dan laju aliran air sebesar 441 BWPD, dengan tingginya laju alir air pada sumur ini, sumur “R” terindikasi mengalami permasalahan water coning. Water coning terjadi aki…
Dengan adanya permeabilitas fractured dapat membuat jalur permeable untuk air menuju perforasi, sehingga dapat menyebabkan water breaktrough terjadi lebih awal. Fenomena Water Coning menjadi salah satu penyebab tingginya produksi air terutama pada Natural Fractured Carbonate Reservoir (NFCR). Untuk membangun skema produksi yang ideal dan memperpanjang umur sumur produksi di reservoir NFCR, pene…
Tingginya produksi air menjadi salah satu permasalahan utama di industri minyak dan gas bumi. Terbukti di tahun 2017, Al – Azmi melaporkan bahwa produksi air setiap harinya di seluruh dunia mencapai 300 juta barrel dibandingkan dengan produksi minyak yang hanya 80 juta barrel. Fenomena Water Coning menjadi salah satu penyebab tingginya produksi air terutama pada Natural Fractured Carbona…
ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN PERFORASI TERHADAP WATER CONING DAN BREAKTROUGH TIME PADA SUMUR X DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CMG 2015
Selama satu dekade terakhir harga minyak mengalami ketidakstabilan yang menyebabkan menurunnya kegiatan eksplorasi dan ekspliotasi karena rendahnya harga minyak dan tingginya biaya produksi. Di Indonesia hal tersebut diperburuk karena konsumsi bahan bakar fosil yang mencapai 1,6 juta barel perhari. Selain itu penurunan produksi minyak juga disebabkan oleh menurunnya jumlah lifting karena pe…
Oil and gas production is increasing over time accompanied by an increasing demand for fuel needs. In the production process, the oil and gas industry face many problems and challenges in order to achieve the desired production target. With the many challenges and problems faced by oil companies, one of which is the phenomenon of water coning, oil production has decreased. This is due to the hi…
KORELASI RASIO PRODUKSI INJEKSI DALAM MENGONTROL WATER CONING PADA SUMUR VERTIKAL DENGAN DOWNHOLE WATER SINK (DWS): STUDI SIMULASI VOPPY MAY VIOLA 173210658 ABSTRAK Downhole Water Sink (DWS) telah banyak digunakan di beberapa lapangan industri perminyakan dan terbukti berhasil dalam mengatasi terjadinya masalah water coning pada sumur produksi minyak. Masalah water coning jika tidak diatasi den…