Penurunan tekanan reservoir menyebabkan sumur tidak lagi mampu memproduksikan fluida secara optimal sehingga diperlukan metode pengangkatan buatan seperti gas lift. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah gas injeksi dan kedalaman injeksi terhadap laju produksi pada Sumur X menggunakan metode intermittent gas lift dan Sumur Y menggunakan continuous gas lift di Lapangan Z. An…
Peningkatan water cut dan berkurangnya pasokan gas associated pada sumur matang (mature well) seperti Sumur V di Lapangan VF menyebabkan penurunan efektivitas metode Continuous Gas Lift (CGL). Tantangan utamanya adalah tingginya konsumsi gas yang tidak sebanding dengan ketersediaannya, sehingga metode ini menjadi kurang efisien dan sulit dipertahankan. Penelitian ini difokuskan pada perbandinga…