Lumpur pemboran berperan penting dalam mengangkat cutting, menstabilkan lubang bor, dan mengendalikan filtrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan corn starch (2, 4, 6, 8, dan 10 gram) yang dikombinasikan dengan soda ash (Na?CO?) maupun caustic soda (NaOH) terhadap sifat reologi dan filtrasi lumpur pemboran. Uji rheologi dilakukan dengan Fann VG Meter, sedangkan filtrasi …
Proses pembersihan lubang bor merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi. Efektivitas pengangkutan cutting sangat dipengaruhi oleh sifat rheologi lumpur pemboran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan aditif Kalium Klorida (KCl) dan Kalsium Karbonat (CaCO3) terhadap sifat fisik dan rheologi lumpur berbasis air (Water Based Mud/WBM), s…
Dalam kegiatan pemboran, lumpur pemboran merupakan salah satu parameter penting yang dapat berpengaruh terhadap suatu keberhasilan kegiatan pemboran. Permasalahan pada tidak efisiensinya pengangkatan cutting dan hilangnya fluida lumpur kedalam formasi merupakan hal yang penting untuk dievaluasi dalam meningkatkan efesiensi pembersihan lubang sumur, sehingga sifat rheology fluida pemboran harus …
Dalam beberapa tahun terakhir penggunaan minyak solar pada formulasi oil base mud memiliki beberapa kelemahan sehingga dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar area pemboran apabila digunakan. Untuk meminimalisir hal tersebut, para peneliti mulai meneliti lumpur berbahan dasar minyak nabati yang bersifat lebih ramah lingkungan, low toxicity dan bersifat biodegradable. Pada penelitian …
Penggunaan lumpur di dalam industri migas merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem pemboran, karena lumpur pemboran harus diberi perhatian khusus guna untuk melancarkan suatu proses pemboran. Hambatan yang sering terjadi disebabkan adanya lapisan shale/clay yang reaktif pada suatu formasi. Agar lumpur pemboran berfungsi dengan baik dan optimal maka rheologi lumpur pemboran diberi…