Penurunan laju alir produksi pada sumur minyak sering kali terjadi akibat meningkatnya produksi air atau high water cut, yang umumnya disebabkan oleh gangguan mekanisme sumur maupun kondisi reservoir. Salah satu penyebab utama high water cut adalah kesalahan dalam penentuan interval perforasi yang memungkinkan masuknya zona air, kerusakan formasi, tekanan reservoir yang tidak mencukupi, serta f…
Seiring berjalannya waktu produksi minyak pada sumur “R” mengalami penurunan, saat ini sumur “R” memiliki laju alir aktual sebesar 490 BFPD dengan water cut sebesar 90 %, terdiri dari laju alir minyak sebesar 49 BOPD dan laju aliran air sebesar 441 BWPD, dengan tingginya laju alir air pada sumur ini, sumur “R” terindikasi mengalami permasalahan water coning. Water coning terjadi aki…
The BSK062 well operates with a flow rate of 1500 BFPD and a water cut of 99%, a large water cut value causes high water production. The “BSK065” well has a bottom well pressure (pwf) of 250 psi and a bubble pressure (Pb) of 150 psi. It is feared that the bottom well pressure (pwf) value which is almost close to the bubble pressure (Pb) value will cause many gas phases to be released from t…
Tingginya water cut pada sumur N-1 yang telah mencapai 99% pada interval 1184 ft – 1192 ft dan 1217 - 1227 ft menyebabkan penurunan produksi secara significant pada sumur N-1. Untuk mengatasi masalah yang terjadi pada sumur N- 1 maka perlu dilakukan perencanaan dan analisis pekerjaan isolasi kandungan air tinggi (water cut tinggi ) dengan cara squeeze cementing dan Reperforasi. Tujuan penelit…
Permasalahan yang sering dijumpai pada sumur yang telah diproduksi sangat lama diantaranya ialah penurunan produksi minyak, akibat terproduksinya air dalam jumlah banyak. Semakin lama sumur diproduksi maka air akan mendekat, bahkan mencapai zona perforasi. Sumur X awalnya memiliki 3 zona perforasi yaitu pada interval 1223 ft – 1231 ft, 1250 ft – 1258 ft dan 1291 ft – 1294 f…