Sumur panas bumi “X” memiliki karakteristik tekanan formasi yang cenderung rendah dan banyak memiliki rekahan alami, sehingga operasi pengeboran rentan mengalami terjadinya influx, Lost circulation, serta ketidakstabilan tekanan jika sistem fluida tidak dirancang dengan tepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan utama dalam mencapai kondisi underbalanced yang aman, terutama ketika memilih je…
Penurunan tekanan reservoir menyebabkan sumur tidak lagi mampu memproduksikan fluida secara optimal sehingga diperlukan metode pengangkatan buatan seperti gas lift. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah gas injeksi dan kedalaman injeksi terhadap laju produksi pada Sumur X menggunakan metode intermittent gas lift dan Sumur Y menggunakan continuous gas lift di Lapangan Z. An…
Well A-1 merupakan sumur yang terletak di teluk persia dengan kondisi batuan tight carbonate yag mengalami penurunan tekanan sehingga memerlukan stimulasi. Reservoir ini juga juga dipengaruhi mekanisme water drive dengan oil water contact relatif dekat, sehingga pertumbuhan panjang rekahan perlu dikendalikan agar rekahan tidak mencapai oil water contact yang berisiko memicu water breaktrough da…
Formasi karbonat ketat pada Sumur X Lapangan Z memiliki permeabilitas rendah (2,5 mD) dan porositas 14–18,6% sehingga aliran fluida ke sumur terhambat dan memerlukan stimulasi untuk meningkatkan produktivitas.Penelitian ini menganalisis pengaruh laju injeksi dan konsentrasi asam terhadap keberhasilan acid fracturing, khususnya terhadap panjang rekahan dan konduktivitas hasil etching.Model awa…
Reservoir shale oil memiliki permeabilitas sangat rendah sehingga metode produksi konvensional tidak efektif dalam menghasilkan minyak secara optimal. Pada Sumur Y Lapangan A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan, penerapan single-stage hydraulic fracturing hanya menghasilkan satu rekahan utama dengan kontak reservoir terbatas dan recovery factor sekitar 3%. Penelitian ini bertujuan untuk …
Operasi Drill Out Cement (DOC) merupakan tahapan krusial dalam kegiatan workover yang bertujuan membersihkan sisa semen di dalam casing sebelum dilakukan operasi lanjutan. Pada proses ini, rangkaian drillstring bekerja di dalam casing dengan tingkat gesekan yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan mekanis berupa peningkatan nilai torque dan drag. Apabila tidak dianalisis dengan…
Lapangan X yang berada di wilayah Sumatera Light North memiliki karakteristik tekanan pori yang tergolong abnormal akibat pengaruh proses geologi seperti rekahan alami dan ketidakseimbangan kompaksi batuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam kegiatan pengeboran karena dapat memicu terjadinya kick, loss circulation, maupun kerusakan formasi jika tidak ditangani dengan desa…
Standar API RP19C merupakan spesifikasi dan prosedur pengujian standar yang digunakan untuk mengevaluasi proppant dalam operasi hydraulic fracturing. Proppant sendiri digunakan untuk merangsang fraktur hidrolik berfungsi sebagai baji sehingga fraktur yang telah terbentuk tidak menutup kembali. Dari hasil uji properti menggunakan 3 sampel pasir, yaitu Pasir Silika Rupat, Sand Coated Resin 5%, 8%…
Standar API RP19C merupakan spesifikasi dan prosedur pengujian standar yang digunakan untuk mengevaluasi proppant dalam operasi hydraulic fracturing. Proppant sendiri digunakan untuk merangsang fraktur hidrolik berfungsi sebagai baji sehingga fraktur yang telah terbentuk tidak menutup kembali. Dari hasil uji properti menggunakan 3 sampel pasir, yaitu Pasir Silika Rupat, Sand Coated Resin 5%, 8%…
Sumur X merupakan tight carbonate reservoir yang memiliki kemampuan alir alami yang rendah akibat permeabilitas sangat kecil (4 mD) dan porositas sekitar 6,5%, sehingga laju produksi awal belum optimal. Peningkatan produktivitas perlu dicapai tanpa memicu pertumbuhan rekahan yang berlebihan. Kondisi tersebut mendorong perlunya stimulasi rekahan untuk memperbesar area alir dan memperbaiki konduk…