ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of penggabungan ganti kerugian pasal 98 KUHAP terhadap korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan diwilayah kejaksaan negeri pekanbaru
Bookmark Share

Text

penggabungan ganti kerugian pasal 98 KUHAP terhadap korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan diwilayah kejaksaan negeri pekanbaru

MUZAFFAR ERSYA IMAMA - Personal Name; David Hardiago - Personal Name;

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Selama ini proses peradilan lebih berfokus pada pemidanaan pelaku, sementara pemulihan kerugian korban sering kali belum memperoleh perhatian yang optimal. Padahal, dalam Pasal 98 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) telah diatur mekanisme penggabungan gugatan ganti kerugian yang memungkinkan korban menuntut ganti rugi dalam proses perkara pidana yang sama tanpa harus mengajukan gugatan perdata secara terpisah. Namun, dalam praktiknya mekanisme tersebut belum sepenuhnya berjalan efektif, khususnya dalam penanganan perkara pencurian dengan kekerasan di Kejaksaan Negeri Riau. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana bentuk penggabungan ganti kerugian berdasarkan Pasal 98 KUHAP terhadap korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan, dan (2) apa saja hambatan dalam pelaksanaan penggabungan ganti kerugian tersebut di Kejaksaan Negeri Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan,pendekatan konseptual dan wawancara. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif dengan metode penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan gugatan ganti kerugian dalam perkara pidana merupakan mekanisme hukum yang memberikan kesempatan bagi korban untuk memperoleh pemulihan kerugian secara lebih cepat dan efisien melalui proses persidangan pidana yang sama. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa hambatan, antara lain keterbatasan pemahaman aparat penegak hukum mengenai mekanisme tersebut, kurangnya informasi kepada korban mengenai hak untuk mengajukan ganti kerugian, serta kendala teknis dalam pembuktian dan penentuan besaran kerugian korban di persidangan.


Availability
#
Ilmu Hukum (FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM RIAU) Hukum 345.01 Muz p
ETD5642II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum 345.01 Muz p
Language
Indonesia
NPM
221010228
Publisher
: Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Pencurian dengan Kekerasan
Penggabungan Ganti Kerugia
Korban Tindak Pidana
Other Information
Petugas
Ayu Agustina
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?