Reservoir shale oil memiliki permeabilitas sangat rendah sehingga metode produksi konvensional tidak efektif dalam menghasilkan minyak secara optimal. Pada Sumur Y Lapangan A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan, penerapan single-stage hydraulic fracturing hanya menghasilkan satu rekahan utama dengan kontak reservoir terbatas dan recovery factor sekitar 3%. Penelitian ini bertujuan untuk …
Sumur X merupakan tight carbonate reservoir yang memiliki kemampuan alir alami yang rendah akibat permeabilitas sangat kecil (4 mD) dan porositas sekitar 6,5%, sehingga laju produksi awal belum optimal. Peningkatan produktivitas perlu dicapai tanpa memicu pertumbuhan rekahan yang berlebihan. Kondisi tersebut mendorong perlunya stimulasi rekahan untuk memperbesar area alir dan memperbaiki konduk…
Reservoir karbonat ketat umumnya memiliki permeabilitas rendah sehingga kemampuan alir fluida menuju sumur terbatas dan produktivitas sumur menurun tanpa stimulasi. Penelitian ini bertujuan mendesain kombinasi hydraulic-acid fracturing untuk mengoptimalkan geometri rekahan dan meningkatkan konduktivitas rekahan, serta mengevaluasi kinerjanya terhadap acid fracturing sebagai base case pada sumur…
Peningkatan produksi minyak dan gas dari reservoir dengan permeabilitas rendah memerlukan teknik hydraulic fracturing yang efektif, dimana proppant memegang peranan krusial dalam menjaga konduktivitas rekahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan pasir kuarsa Lubuk Bendahara, Rokan Hulu, sebagai proppant melalui evaluasi karakteristik fisik dan mekanik berdasarkan standar API RP 19C.…
Pipe sticking merupakan salah satu permasalahan mekanis dalam operasi pemboran yang berpotensi menyebabkan kendala operasional dan meningkatnya non productive time (NPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikasi awal pipe sticking serta mengevaluasi efektivitas penanggulangannya pada trayek 17½ inci Sumur X, Lapangan Y melalui pendekatan simulasi perangkat lunak WellPlan. Hasil…
Hydraulic fracturing merupakan teknik stimulasi sumur yang digunakan untuk meningkatkan aliran hidrokarbon, terutama pada formasi dengan shale permeabilitas sangat rendah seperti Sumur T di Lapangan X dengan permeabilitas (2.00×10?? md). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parameter hydraulic fracturing yakni fracture half length, fracture width, fracture spacing, fracture height, d…
Implementasi dari Hydraulic fracturing dilakukan dengan cara memperbesar nilai permeabilitas pada shale gas yang memiliki range nilai yang rendah. Parameter yang diuji pada penelitian ini diantaranya Pad Volume, Fracture Propant Concentration ,Injecton Rate, Fluid Volume, dan Fracture Width. Dari kelima parameter diatas dilakukan generate menggunakan FRACCADE 7.0 dan didapati hasil berupa nilai…
Hydraulic fracturing dilakukan pada unconvensional reservoir yaitu shale gas reservoir, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti porositas dan permeabilitas yang rendah, bertujuan untuk menentukan parameter fluida yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan hydraulic fracturing, dan menentukan ratio optimum menggunakan random forest algorithm. Parameter yang diuji pada penelitian ini dian…
Shale gas merupakan batuan shale memiliki permeabilitas yang rendah sehingga membutuhkan cara yang tepat untuk mengeksplorasinya. Hydraulic fracturing salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas sumur dengan menginjeksikan fluida pada rekahan dengan tekanan yang tinggi. Analisa regresi linier salah satu metode statistika yang digunakan untuk membentuk hubungan antara satu va…
Jika permeabilitas dari suatu formasi mengalami kerusakan (formation damage) dikarenakan proses pengeboran dan penyemenan maka dibutuhkan stimulasi untuk memperbaiki permeabilitas pada sumur . Sumur Y adalah sumur dengan reservoir sandstone yang memiliki permeabilitas yaitu 15 mD, kondisi sisa minyak di reservoir 105,587 STB, dan tekanan reservoir 622 psi. Salah satu dari stimulasi sumur yaitu …