Material yang sering digunakan sebagai agregat kasar dalam campuran perkerasan lentur adalah batu pecah. Namun, saat ini harga batu pecah relatif mahal dan persediaannya terbatas. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan jenis agregat kasar lainnya, yaitu agregat fosil kayu sebagai pengganti agregat kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan agregat fosil kayu ter…
Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan aus pada perkerasan lentur yang secara langsung menerima beban lalu lintas dan pengaruh lingkungan. Kinerja lapisan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas campuran aspal, khususnya suhu pencampuran dan jenis filler yang digunakan. Suhu pencampuran yang tidak sesuai dapat menyebabkan viskositas aspal tidak optimal sehingga berdampak pada …
Bahan campuran AC-BC biasanya terdiri dari agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler), dan aspal. penggunaan agregat alam sebagai bahan utama dalam campuran aspal secara terus-menerus dapat menyebabkan berkurangnya sumber daya alam. Di beberapa wilayah bahkan menghadapi keterbatasan agregat berkualitas tinggi sehingga diperlukan upaya inovasi untuk mencari bahan alternatif yang dapat …
Lapis aspal beton (laston) sebagai bahan pengikat, dikenal dengan AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course). Lapisan ini merupakan bagian dari lapis permukaan diantara lapis pondasi atas (Base Course) dengan lapis aus (Wearing Course) yang umumnya digunakan untuk jalan-jalan dengan keadaan beban lalu lintas yang cukup berat. Penggunaan abu daun bambu menjadi salah satu alternatif sebagai filler pe…
Pemanfaatan limbah abu serbuk kayu sebagai filler alternatif pada campuran Asphalt Concrete– Wearing Course (AC-WC) masih memerlukan kajian lebih lanjut, khususnya terkait kadar optimum yang mampu menghasilkan performa Marshall terbaik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kadar filler abu serbuk kayu terhadap parameter Marshall serta menentukan kadar filler optimum ya…
Filler merupakan bahan pengisi pada pembuatan campuran aspal dan harus lolos pada saringan No. 200 dan tidak kurang dari 75% dari beratnya. Disamping ukurannya yang harus relatif halus, bahan pengisi (filler) harus memiliki sifat-sifat tertentu seperti bersifat sementasi jika terkena air dan memiliki daya rekat yang tinggi dengan agregat lainnya. Karet alam merupakan polimer jenis elastomer den…
Kerusakan jalan disebabkan oleh berbagai hal, seperti tingginya temperatur permukaan jalan, curah hujan yang tinggi, serta volume dan beban lalu lintas yang berlebih. Oleh karena itu, dibutuhkan campuran lapisan perkerasan dengan bahan pengikat yang bersifat keras, dan elastis namun melekat dengan baik dan tahan lama. lateks merupakan bahan alami yang banyak dihasilkan di Indonesia dan merupaka…
Penggunaan bahan limbah industri sebagai bahan alternatif dalam konstruksi jalan semakin berkembang, salah satunya adalah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pengisi (filler) dalam campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC–WC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan FABA terhadap karakteristik campuran AC–WC serta membandingkan kinerjanya dengan campuran ya…
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH FABA SEBAGAI FILLER PADA KARAKTERISTIK MARSHALL SPLIT MASTIC ASPHALT ABSTRAK Pemanfaatan FABA sebagai bahan pengisi (filler) pada campuran Split Mastic Asphalt dapat menjadi alternatif penerapan green road, sehingga dapat mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan dan mengurangi penggunaan virgin material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakte…
Perkembangan perancangan lapis perkerasan jalan telah terlihat dengan adanya perkerasan semi lentur (Semi Flexible Pavement) yang memadukan perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan mortar pada karakteristik aspal beton porus terhadap campuran semi flexible pavement. Perkerasan semi lentur (Semi Flexible Pavement) a…