ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH FABA SEBAGAI FILLER PADA KARAKTERISTIK MARSHALL SPLIT MASTIC ASPHALT ABSTRAK Pemanfaatan FABA sebagai bahan pengisi (filler) pada campuran Split Mastic Asphalt dapat menjadi alternatif penerapan green road, sehingga dapat mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan dan mengurangi penggunaan virgin material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakte…
Perkembangan perancangan lapis perkerasan jalan telah terlihat dengan adanya perkerasan semi lentur (Semi Flexible Pavement) yang memadukan perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan mortar pada karakteristik aspal beton porus terhadap campuran semi flexible pavement. Perkerasan semi lentur (Semi Flexible Pavement) a…
Penggunaan material daur ulang dalam pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung tercapainya konsep pembangunan berkelanjutan. Salah satu material yang memiliki potensi besar adalah crumb rubber, yaitu serbuk karet hasil daur ulang ban bekas yang dimanfaatkan sebagai bahan modifikasi pada campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kadar aspa…
Kerusakan dini pada perkerasan jalan di Indonesia disebabkan oleh genangan air (terutama air gambut dan air laut) yang mempercepat disintegrasi lapisan aspal, serta proses penuaan campuran aspal selama produksi dan pelayanan. Kombinasi kedua faktor ini menurunkan durabilitas jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proses penuaan akibat rendaman air gambut dan air laut terhad…
Material yang biasanya digunakan sebagai filler pada campuran perkerasan jalan AC-WC yaitu semen dan abu batu, yang mana memiliki harga yang relatif mahal dan persediannya yang terbatas. Oleh sebab itu, perlu adanya penelitian menggunakan bahan alternatif lain sebagai bahan pengganti filler. Salah satu bahan alternatif yaitu batu napal , batu napal mengandung senyawa kimia berupa CACO3. Tujuan …
Campuran aspal umumnya dikenal sebagai aspal beton adalah salah satu konstruksi perkerasaan lentur dilapisan permukaan. Campuran agregat tersebut terdiri dari agregat kasar, agregat halus, dan Filler yang dicampur, dihampar, lalu dipadatkan dalam keadaan panas. Material yang umum digunakan sebagai Filler pada campuran beraspal yaitu abu batu, semen/pozzolan, kapur dan abu terbang (fly ash). Fil…
Batu granit adalah batu yang memiliki tekstur yang keras dan memiliki ukuran yang cukup besar. Batu granit banyak digunakan sehingga membuat limbah dari abu granit, maka dari itu penelitian bertujuan memanfaatkan limbah abu granit sebagai filler. dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu granit sebagai filler terhadap karakteristik pengujian marshall pada camp…
Bahan filler yang biasa digunakan pada campuran perkerasan lentur adalah abu batu, namun persediannya terbatas dan harga yang relatif mahal. Maka perlu adanya alternatif bahan lain yang dapat digunakan sebagai pengganti filler. Pada penelitian ini menggunakan bahan alternatif lain yaitu limbah serbuk besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan filler serbuk besi…
Sebagian besar material filler merupakan hasil alam seperti abu batu yang jumlahnya kian terbatas dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Untuk itu perlu adanya inovasi dengan menggunakan alternatif bahan pengganti berupa limbah seperti abu serbuk kayu dalam upaya mendapatkan bahan pengganti yang lebih ekonomis dan jumlahnya dilapangan masih banyak. Pengolahan limbah abu serbuk kayu ini, diha…
Sebagian besar material filler merupakan hasil alam seperti semen dan abu batu yang jumlahnya kian terbatas dan mempunyai nilai ekonomis yang tingggi. Untuk itu perlu adanya inovasi dengan menggunakan alternatif bahan pengganti berupa Abu dolomit dalam upaya mendapatkan bahan pengganti yang lebih ekonomis dan jumlahnya dilapangan masih banyak. Penelitian ini menggunakan metode Marshall sesuai S…