Semua campuran beraspal harus mengandung bahan pengisi yang ditambahkan (filler added) min. 1% dari berat total agregat. Dalam upaya pelestarian lingkungan, Banyak bahan yang dapat di gunakan untuk filler pada campuran aspal, seperti penggunaan limbah batu bata sebagai filler dari campuran aspal. Pemilihan limbah batu bata sebagai filler campuran aspal karena bahan yang mudah dijumpai dan cende…
Porous asphalt is an open-graded asphalt mixture with a coarse aggregate percentage of more than 85%, thus providing large air voids. These air voids are expected to pass rainwater which can cause disturbance to the comfort of the driver. The purpose of this study was to determine the optimum asphalt content value in porous asphalt mixtures and to determine the results of utilizing palm ke…
Konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement), yaitu perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Jenis perkerasan lentur banyak digunakan di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Kampar. Penggunaan material aspal sebagai bahan perkerasan jalan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Akan tetapi beban muatan berlebih dan masa layan perkera…
Kinerja perkerasan lentur mengalam penurunan dari waktu ke waktu, terutama disebabkan oleh pengaruh beban lalu lintas dan cuaca. Pekerjaan preservasi diperlukan untuk menjaga kinerja perkerasan. Penanganan kerusakan jalan dengan cara pembongkaran lapis permukaan jalan lama menggunakan alat cold milling machine (CMM) merupakan salah satu rangkaian pekerjaan yang dilakukan pada preservasi jalan. …
Bahan pengisi atau filler yang umum digunakan pada campuran aspal beton yaitu, abu batu. Banyak penelitian yang menggunakan alternatif lain dalam penggunaan filler dengan memanfaatkan limbah alam (limbah organik) salah satunya yaitu dengan menggunakan abu bunga pinus sebagai pengganti sebagian filler pada campuran aspal beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaru…
In infrastructure development, aggregate materials are often named after the region from which they are extracted. However, the use of regional names does not accurately reflect the quality of the materials. Consequently, materials sourced from the same area but from different quarries can vary significantly in quality. Therefore, this study distinguishes aggregate materials based on their geol…