Pembangunan jalan di atas tanah lunak menghadapi permasalahan rendahnya daya dukung, tingginya kompresibilitas, serta potensi penurunan yang besar. Kondisi ini terjadi pada proyek Jalan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang dengan ketebalan tanah lunak 6–7 meter dan nilai CBR rata-rata 0,255%. Oleh karena itu, digunakan metode perkuatan kombinasi geotextile dan cerucuk kayu. Penelitian ini bert…
Pemanfaatan material alternatif dalam campuran perkerasan jalan diperlukan seiring dengan terbatasnya ketersediaan agregat halus berupa pasir serta meningkatnya biaya material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan agregat halus fosil kayu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) terhadap karakteristik Marshall. Metode …
Material yang sering digunakan sebagai agregat kasar dalam campuran perkerasan lentur adalah batu pecah. Namun, saat ini harga batu pecah relatif mahal dan persediaannya terbatas. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan jenis agregat kasar lainnya, yaitu agregat fosil kayu sebagai pengganti agregat kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan agregat fosil kayu ter…
Pemanfaatan limbah abu serbuk kayu sebagai filler alternatif pada campuran Asphalt Concrete– Wearing Course (AC-WC) masih memerlukan kajian lebih lanjut, khususnya terkait kadar optimum yang mampu menghasilkan performa Marshall terbaik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kadar filler abu serbuk kayu terhadap parameter Marshall serta menentukan kadar filler optimum ya…
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya yang dilakukan oleh kepolisian dalam menangani permasalahan kayu ilegal di wilayah Rokan Hilir. Pembalakan liar merupakan salah satu bentuk kejahatan lingkungan yang berdampak negatif terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Penegakan hukum oleh kepolisian menjadi salah satu instrumen utama dalam mengatasi praktik ilegal tersebut. Me…
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik dan mekanik kayu bakau sebagai material cerucuk dalam perkuatan tanah pondasi bangunan gedung hunian tiga lantai. Pengujian dilakukan terhadap Kayu Bakau yang terdapat di daerah Tembilahan, Kabupaten Indra Giri Hilir, Provinsi Riau. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kadar air, berat jenis, kuat tekan sejajar serat, serta kuat lentur unt…
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh cerucuk kayu bakau sebagai perkuatan tanah terhadap daya dukung pondasi dan momen sloof pada bangunan gedung hunian tiga lantai di atas tanah lunak. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kapasitas tanah lunak dalam menahan beban struktur, yang berpotensi menyebabkan penurunan diferensial serta kegagalan konstruksi jika tidak dilakuka…
Batako adalah suatu jenis unsur bangunan berbentuk bata yang dibuat dari bahan semen portland, air, dan agregat halus yang dipergunakan untuk pasangan dinding (SNI 03-0349-1983). Serbuk kayu adalah limbah yang diperoleh dari hasil penggergajian kayu yang menggunakan mesin maupun manual. Limbah serbuk gergaji kayu menimbulkan masalah dalam penanganannya, yaitu dibiarkan membusuk, ditumpuk, dan d…
Beton adalah salah satu bahan konstruksi yang sangat penting dalam industri pembangunan. Keberlanjutan produksi beton menghadapi tantangan akibat tingginya kebutuhan material yang umumnya berasal dari alam seperti aggregat kasar. Penggunaan agregat kasar dari sumber daya alam semakin menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan dan dampaknya terhadap lingkungan. Oleh karena itu, Penelitian in…
Batu bara sering digunakan sebagai bahan bakar utama dalam ketel uap karena ketersediaannya yang melimpah dan nilai kalorinya yang tinggi. Namun, penggunaannya menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan. Sebagai upaya untuk mengurangi dampak tersebut, campuran bahan bakar batu bara dan kulit kayu digunakan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Namun, kulit kayu m…