Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi kebijakan pelayanan publik dalam mewujudkan pelayanan pengurusan pernikahan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pekanbaru Kota sebagai pelaksana kebijakan pencatatan pernikahan menghadapi berbagai permasalahan, seperti lemahnya sosialisasi prosedur, …
Pernikahan sesuku merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap norma adat Minangkabau karena bertentangan dengan sistem kekerabatan matrilineal. Permasalahan ini menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan kehormatan kaum, hubungan kekerabatan, dan keberlangsungan nilai adat. Dalam penyelesaiannya, ninik mamak memiliki posisi penting sebagai pemimpin adat yang berperan menjaga kete…
Penelitian ini bertujuan memahami sistem tanda dalam tradisi lisan basiacuong pada pernikahan adat Melayu Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, menggunakan kerangka semiotika Ferdinand de Saussure. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi di Desa Kebun Durian serta Desa Gunung Sahilan sebagai triangulasi, informan dipilih secara purp…
Penelitian ini menganalisis makna simbolik tradisi gunting rambut (mangguntiang abuak anak) menjelang pernikahan di Nagari Simarasok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melalui perspektif semiotika Charles Sanders Peirce. Tradisi ini bagian dari adat Minangkabau yang masih dilestarikan dan berfungsi sebagai media komunikasi simbolik yang menyampaikan nilai moral, sosial, religius, serta filosofi A…
Pernikahan yang sah adalah pernikahan yang sah secara agama dan sah secara negara, sedangkan pernikahan siri merupakan pernikahan yang sah secara agama Islam namun tidak sah secara negara karena pernikahan ini tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam praktiknya masih marak di masyarakat termasuk Desa Petai Baru, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi. Pernikahan yang dilakuk…
Kecemasan menghadapi pernikahan pada wanita dewasa awal mejadi fenomena yang semakin banyak ditemukan seiring meningkatnya tekanan sosial, ketakutan terhadap komitmen, serta pengalaman keluarga yang kurang mendukung, khususnya ketiadaan peran ayah dalam kehidupan anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketiadaan peran ayah dengan kecemasan menghadapi pernikahan…
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERNIKAHAN PADA GENERASI Z SEPPIONA PUJA NPM. 228110095 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Dalam satu dekade terakhir terdapat penurunsn angka pernikahan yang terjadi terutama dikalangan generasi Z. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor yang membuat indivu memutuskan untuk menunda atau tidak memprioritaskan pernikah…
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernikahan pada dewasa awal yang memiliki latar belakang perceraian orang tua. Pengalaman perceraian orang tua dapat mempengaruhi cara individu memaknai pernikahan, komitmen, serta kesiapan dalam membangun kehidupan berkeluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian berjumblah tiga …
Pasangan dual career sering menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan pernikahan. Kondisi tersebut dapat menimbukan konflik peran, stress, serta menurunnya kepuasan pernikahan apabila pasangan tidak memperoleh dukungan yang memadai dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga den…
Guru wanita yang telah menikah memiliki peran ganda sebagai pendidik dan istri sehingga dituntut memiliki kematangan emosi untuk menjaga keharmonisan kehidupan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada guru wanita Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah menikah di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan ku…